INILAH masjid Ki Marogan atau Masjid Jami’ Muara Ogan.
Masjid Jami’ Muara Ogan merupakan masjid yang tertua setelah masjid Agung di Palembang. Masjid ini dibangun lebih dahulu oleh Kiai Marogan daripada Masjid Lang Kidul di 5 Ilir.
Penamaannya masjid ini diambil dari nama julukan ulama besar Palembang yang bernama lengkap Kiai Haji Masagus Abdul Hamid bin Mahmud, yang mendirikan masjid ini.
Ukuran asli masjid ini sebelum dilakukan renovasi dan perluasan adalah 18,8 meter x 19,4 meter. Bangunan masjid ini disangga empat saka guru berbentuk persegi delapan berukuran 0,3 meter x 0,27 meter. Tingginya mencapai 5 meter. Saka guru dikelilingi dua belas tiang penunjang setinggi 4,2 meter dan besar 0,25 m x 0,25 m.
Bagian-bagian masjid sebagian besar masih asli. Antara lain, saka guru dan 12 tiang penunjangnya, rangka bangunan atap, langit-langit, dan kuda-kuda.
Mimbar khas masjid ini juga masih menampakkan keaslian, baik bahan maupun hiasannya. Di samping itu, beduk yang digunakan hingga sekarang berukuran panjang 2,5 meter dan berdiameter 0,8 meter.
Meskipun terletak di tanah yang lebih tinggi dibandingkan lahan sekitarnya, menurut keterangan masyarakat dan keluarga sang ulama, lahan masjid ini awalnya adalah lebak. Kemudian, saat masjid didirikan, dilakukan penimbunan hingga tanahnya mengeras.
Masjid ini dibangun Kiai Marogan dari penghasilannya sebagai seorang pengusaha kayu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar